a. Persepsi: adalah proses pemahaman ataupun pemberian makna atas suatu informasi terhadap stimulus. Stimulus didapat dari proses penginderaan terhadap objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan antar gejala yang selanjutnya diproses oleh otak. Proses kognisi dimulai dari persepsi.
b. Intuisi: adalah istilah untuk kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas. Sepertinya pemahaman itu tiba-tiba saja datangnya dari dunia lain dan diluar kesadaran.
c. Berpikir: merupakan aktivitas kognitif manusia yang cukup kompleks. Berpikir melibatkan berbagai bentuk gejala jiwa seperti sensasi, persepsi, maupun memori.
d. Sensasi: proses masuknya stimulus ke dalam alat indera.
e. Persepsi: proses untuk menerjemahkan atau menginterpretasi stimulus yang masuk ke dalam alat indera.
f. Memori: kemampuan untuk memasukkan, menyimpan, dan memunculkan kembali informasi yang diterima.
g. Consept: adalah abstrak, entitas mental yang universal yang menunjuk pada kategori atau kelas dari suatu entitas, kejadian atau hubungan.
h. Apersepsi: Apersepsi bisa berupa cerita, lagu, video ataupun gambar dll.
i. Ruang: suatu tempat, menampilkan pertalian cerita dalam bentuk alur berbalik atau cerita flashback.
j. Waktu: adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan atau keadaan berada atau berlangsung. Dalam hal ini, skala waktu merupakan interval antara dua buah keadaan/kejadian, atau bisa merupakan lama berlangsungnya suatu kejadian
k. Empiric: berarti suatu keadaan yang bergantung pada bukti atau konsekuensi yang teramati oleh indera. Data empiris berarti data yang dihasilkan dari percobaan atau pengamatan.
l. Synthetic and analytic: The analytic-synthetic is a conceptual distinction, used primarily in philosophy to distinguish propositions into two types: analytic propositions and synthetic propositions.
No comments:
Post a Comment